Sabtu, 13 Juni 2015

Project ACP Telkom University

Telkom University - Bandung 

Aplikator ACP Bandung 0877-1449-7508

















Aplikator ACP Bandung 0877-1449-7508

















Aplikator ACP Bandung 0877+1449+7508

















Aplikator ACP Bandung 0877-1449-7508

Kamis, 14 Mei 2015

Project ACP Resto Bandung

Project ACP Seven   
Lokasi : Jalan Setiabudi No. 29 - Bandung 


Aplikator ACP Bandung 0877-1449-7508

















Aplikator ACP Bandung 0877-1449-7508

















Aplikator ACP Bandung 0877-1449-7508

















Aplikator ACP Bandung 0877-1449-7508

















Aplikator ACP Bandung 0877-1449-7508

















Aplikator ACP Bandung 0877-1449-7508

Minggu, 14 September 2014

Bank Mutiara Akan Dicaplok Perusahaan Jepang

Lembaga keuangan asal Jepang, J Trust Co Ltd sebagai calon pembeli PT Bank Mutiara Tbk. Perusahaan asing itu dipersyaratkan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan sebelum memfinalkan mencaplok bank yang sebelumnya bernama Bank Centuri itu. "J Trust ditetapkan sebagai kandidat untuk mengikuti fit and proper test di OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," kata Sekretaris Perusahaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Samsu Adi Nugroho kepada Kompas.com, Minggu (14/9/2014).  Samsu mengungkapkan, dalam proses penjualan Bank Mutiara, hanya ada 1 investor yang berhak mengikuti fit and proper test. Berakhirnya proses penjualan Bank Mutiara tergantung kepada hasil fit and proper test tersebut. "Selesainya proses akan tergantung dari fit and proper test. Hal-hal lain sesuai kesepakatan akan kami informasikan kemudian. Hasil fit and proper test tergantung OJK," ujar Samsu. Lebih lanjut, Samsu menjelaskan, pihaknya belum dapat memutuskan kapan pengumuman resmi pemenang pembelian Bank Mutiara. "Setelah semua selesai, baru bisa dinyatakan sebagai pemilik Bank Mutiara," kata dia. Mengutip Reuters, pihak J Trust menyatakan telah mengajukan surat pernyataan minat atau letter of interest untuk membeli Bank Mutiara. Kemudian, J Trust dinyatakan terpilih sebagai investor yang lolos tahapan pembelian. J Trust juga mengungkapkan masih harus memperoleh persetujuan dari OJK sebagau regulator industri jasa keuangan di Indonesia untuk memiliki saham mayoritas Bank Mutiara. Sebelumnya, sejumlah investor telah menyatakan minatnya mencaplok Bank Mutiara. Salah satunya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Seiring dengan pengumuman ini, bank BUMN tersebut tak memiliki peluang mencaplok Bank Mutiara. 


Perusahaan investasi asal Jepang, J Trust Co., Ltd. secara resmi telah ditunjuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pemenang tender divestasi PT Bank Mutiara Tbk. Hal ini diungkapkan oleh J Trust dalam penyataan resmi yang diunggah di situs situsnya, Jt-corp.co.jpMenurut pernyataan tersebut, keikutsertaan J Trust Group dalam tender didorong oleh etos perusahaan yang secara terus menerus melakukan ekspansi dalam bisnis internasionalnya. Perusahaan ini menggunakan model bisnis dalam finansial ritel yang dirintisnya di Jepang. Sebelumnya, J Trust juga telah menandatangani aliansi strategis antara PT Bank Mayapada Tbk. dan J Trust Pte. Ltd, anak usaha J Trust di Singapura. Dikutip dari Businessweek.com, J Trust Co., Ltd. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang finansial, real estat, sistem teknologi informasi (TI) dan bisnis hiburan. Perusahaan ini menawarkan produk keuangan dan jasa, termasuk pembiayaan konsumen dan layanan penjamin kredit, kartu kredit, KPR, pinjaman tanpa agunan, dan pengumpulan pinjaman. "Perusahaan ini menyediakan rentang kebutuhan finansial bagi konsumen lokal, dan usaha kecil-menengah, rangkaian produk bagi konsumen, operator bisnis, perempuan, dan sebagainya. Perusahaan ini juga menyediakan rankaian produk investasi dan dukungan manajemen bagi perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi, termasuk bisnis finansial dan hiburan," ujar deskripsi BusinessweekHingga 31 Maret 2014, induk perusahaan J Trust telah membukukan laba bersih sebesar 11.145.000.000 yen (atau sekitar Rp 1,23 triliun dengan asumsi 1 yen = Rp 110,569). Perusahaan yang didirikan pada 18 Maret 1977 ini berkantor pusat di Tokyo, Jepang. Sejak 16 Juli 2013, perusahaan tersebut secara resmi masuk Bursa Saham Tokyo seksi kedua.
Tampaknya, di lantai bursa pun perusahaan ini memang tidak bisa dianggap remeh. Dikutip dari Forbes, harga saham perusahaan pimpinan Nobuyoshi Fujisawa tersebut meroket 240 persen selama tahun lalu. Kenaikan ini merupakan efek "atas harapan pelonggaran moneter yang lebih dalam akan mengangkat pendapatan dan keuntungan perusahaan." Sumber:kompas 

Minggu, 24 Agustus 2014

Kerjasama Aluminium Arbaya Energi Indonesia & UC Rusal Rusia

UC Rusal, produsen alumunium berskala global, mengumumkan penandatanganan nota kesepakatan (Memorandum of Understanding/MOU) dengan PT Arbaya Energi, anak usaha Satmarindo Group untuk melakukan eksplorasi bauksit dan memproduksi alumina di Kalimantan Barat.

Kerja sama dua pihak tersebut ditandatangani CEO Rusal Oleg Deripaska dan Direktur Utama PT Arbaya Energi Suryo B. Sulistyo pada acara Kerjasama antar Pemerintah Rusia dan Indonesia dalam Bidang Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik di Jakarta, Selasa 25 Februari 2014.

Nota kesepakatan itu akan ditindaklanjuti dengan pembicaraan detail terkait teknis pelaksanaan investasi tersebut. Pada tahap pertama, kedua belah pihak sepakat untuk mengucurkan investasi demi membangun sejumlah infrastruktur yang memadai untuk merealisasikan kerja sama tersebut.

Dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Rabu 26 Februari 2014, Deripaska menjelaskan bahwa Rusal  sangat senang bekerja sama dengan PT Arbaya Energi dalam mengeksplorasi dan melakukan aktivitas tambang bauksit serta memproduksi alumina di Indonesia.

Menurut Deripaska, bahwa perusahaannya sangat berminat untuk melakukan ekspansi ke wilayah Asia Tenggara sejak lama. Karena Rusal melihat bahwa pasar Asia Tenggara memiliki keunggulan tersendiri di dunia pertambangan global. "Langkah ini akan menjadi pijakan yang baik bagi bisnis kami secara global,” ujar Deripaska.

Dalam lawatan bisnisnya tahun lalu, ia melanjutkan, Rusal telah mengemukakan keinginannya untuk berinvestasi di Indonesia. Rusal kala itu sedang mencari partner strategis mitra nasional yang dapat diajak bekerja sama demi mewujudkan investasi tambang bauksit dan memproduksi alumina di Indonesia.

Keinginan untuk menanamkan investasi di Indonesia, menurut Deripaska, dilatarbelakangi oleh kenyataan pertambangan di Indonesia telah mengalami perkembangan yang luar biasa dalam beberapa tahun belakang ini. "Indonesia telah menjadi negara penghasil bauksit terbesar ketiga di dunia," kata dia.

Direktur Utama PT Arbaya Energi, Suryo B. Sulistyo, menyambut baik kerja sama dengan Rusal yang merupakan salah satu perusahaan aluminium terbesar di dunia. Ia meyakini kerja sama ini akan menaikkan posisi Indonesia di mata industri pertambangan dunia. Langkah ini sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam membentuk industri pengolahan nasional berskala internasional.

 "Kami berharap kerja sama ini mampu menyumbang nilai tambah yang signifikan untuk sektor pertambangan nasional dan kemajuan masyarakat Indonesia,” kata Suryo.
Sumber:vivanews  **SAB**